”Hasilnya masih dalam proses. Ini kan baru selesai akhir 2021 lalu. Saat ini sedang diintegrasikan, mudah-mudahan bisa tahu seberapa besar potensi logam tanah jarang di Sidoarjo,” jelasnya.
Sama seperti namanya, LTJ adalah jenis logam yang sangat langka. Tak heran, harganya pun bisa berkali-kali lipat dibandingkan harga batu bara. Sebaran rare earth tidak merata.
Baca Juga:
Jadi Titik Krusial Mudik, Menteri ESDM Pastikan Kesiapan SPKLU di Wilayah Jateng
Di dunia, hanya sedikit wilayah yang memiliki logam tanah jarang di lokasi yang berkelompok.
Perkembangan teknologi pengolahan material yang pesat membuat unsur logam tanah jarang menjadi banyak dibutuhkan.
Terutama untuk industri teknologi tinggi seperti industri komputer, telekomunikasi, bahan baku pembuatan baterai kendaraan listrik, nuklir, maupun terkait ruang angkasa.
Baca Juga:
Tambah Jumlah SPKLU, PLN Antisipasi Lonjakan Pemudik Kendaraan Listrik saat Idulfitri 1446 H
Selain di Sidoarjo, beberapa wilayah di Indonesia menyimpan potensi LTJ.
Hasil survei Badan Geologi Kementerian ESDM 2009-2020, saat ini ada wilayah di Tapanuli, Sumatera Utara, yang memiliki LTJ sekitar 20.000 ton.
Di Bangka Belitung, ada sekitar 186.000 ton mineral monasit yang mengandung LTJ. Monasit itu dijumpai bersama endapan timah.