Kopeklin.id | PT PLN (Persero) menyatakan bahwa sebanyak 8.500 pelanggan PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya telah menikmati Program Nyaman Kompor Induksi dengan total tambahan daya sebesar 13,8 juta Volt Ampere (VA).
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Doddy B. Pangaribuan mengatakan, Program Nyaman Kompor Induksi merupakan upaya menjaga kedaulatan dan ketahanan energi nasional.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Komitmen Pemerintah Dukung Energi Terbarukan dengan Beri Waktu 30 Tahun Perjanjian Jual Beli Listrik EBT ke PLN
Salah satunya, melalui konversi penggunaan kompor LPG ke kompor induksi, yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG secara bertahap. Sehingga, mendorong kemandirian energi.
"Saat ini impor LPG dari tahun ke tahun terus naik seiring dengan meningkatnya konsumsi masyarakat. Pada 2024 diprediksi impor LPG bisa mencapai Rp 67,8 triliun," kata Doddy.
Dia menjelaskan, tak hanya terkait kemandirian energi, peralihan ke kompor induksi juga secara perlahan akan dapat menyelesaikan masalah defisit transaksi berjalan (current account defisit atau CAD) akibat impor LPG.
Baca Juga:
Tarif Listrik April 2025 Tidak Naik, Ini Alasannya!
Tak hanya angka impor, langkah konversi ini diyakini bakal menekan subsidi LPG dalam APBN yang terus membengkak.
Pada 2022 saja, pemerintah menganggarkan Rp61 triliun untuk subsidi LPG, sebelum naik menjadi Rp 71,5 triliun pada 2024.
PLN memberikan harga spesial berupa diskon Biaya Penyambungan untuk tambah daya bagi pelanggan yang membeli kompor induksi.