Kopeklin.WAHANANEWS.CO – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat terus mendorong kesiapan sumber daya manusia di bidang kendaraan listrik melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan.
Salah satu implementasinya dilakukan di SMK Negeri 8 Bandung melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang memperkuat kompetensi konversi motor listrik berbasis praktik.
Baca Juga:
PLN Group Borong 46 PROPER Emas dan Hijau, Bukti Konsistensi Transformasi Berkelanjutan
Sebelum adanya intervensi program pada 2025, pembelajaran terkait kendaraan listrik di SMKN 8 Bandung telah mengacu pada kurikulum nasional “perawatan dan perbaikan motor listrik dan hybrid”.
Namun, implementasinya masih terbatas pada aspek teoritis, dengan fasilitas praktik yang belum memadai serta keterhubungan dengan industri yang belum optimal.
Melihat kondisi tersebut, PLN UID Jawa Barat menghadirkan dukungan komprehensif senilai Rp315,6 juta.
Baca Juga:
Dukung WFH, PLN Hadirkan Kemudahan Tambah Daya dan Layanan Listrik Lewat PLN Mobile
Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana, tetapi juga mencakup penyelarasan kurikulum, peningkatan kompetensi guru dan siswa, hingga penguatan pembelajaran berbasis praktik melalui Teaching Factory (TEFA).
Melalui program ini, SMKN 8 Bandung kini memiliki modul khusus konversi kendaraan listrik yang terintegrasi dalam kurikulum sekolah.
Proses pembelajaran menjadi lebih aplikatif dengan alokasi waktu rutin setiap minggu, didukung fasilitas baru berupa EV Class dan bengkel praktik TEFA 8 Motor.