Jika tingkat basal menurun, metabolisme melambat dan tubuh membutuhkan lebih sedikit kalori.
Penulis utama penelitian ini, M.S. Chaya mengatakan perlambatan fisiologis dari yoga cenderung meningkatkan berat badan dan penumpukan lemak.
Baca Juga:
Belasan Nakes Pilih Tetap Bekerja Meski Tanpa Digaji Usai Dipecat Bupati Taput, Ini Alasannya
Artinya, ketika Anda rutin beryoga, hitung dan kurangi porsi makan Anda agar tidak mengalami penambahan berat badan.
Berbeda jika Anda beryoga dengan tujuan membangun otot atau meningkatkan fleksibilitas.
Soalnya, penelitian menunjukkan bahwa rutin beryoga meningkatkan kekuatan otot pada pria dan wanita. Tetapi ini tergantung pada jenis yoga yang dilakukan secara rutin.
Baca Juga:
Hadir di Indonesia, BrainEye Bakal Jadi Solusi Kesehatan Otak Berbasis Teknologi AI
Misalnya, kelas yoga Yin atau Restoratif memengaruhi jaringan ikat dan berfokus pada peregangan pasif.
Di sisi lain, yoga Bikram atau Astanga, yang jauh lebih dnamis, bertindak seperti latihan kardio di mana lebih menantang dengan ritme yang lebih cepat. Untuk membangung kekuatan otot, yoga Bikram lebih efektif karena melibatkan kontraksi otot atau peregangan aktif.
Apabila Anda mengalami kesulitan tidur dan stres, yoga bisa jadi solusi alternatif untuk mengatasinya.