Penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan dengan infeksi HPV berisiko terkena SIL.
Studi khusus yang dilakukan membandingkan 93 perempuan positif HPV dengan SIL dengan 172 perempuan dengan HPV tanpa SIL.
Baca Juga:
Super Flu Subclade K Terdeteksi di Indonesia, Anak dan Lansia Paling Rentan
Hasilnya menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi lebih banyak pepaya memiliki risiko lebih rendah terkena SIL.
Ini merupakan temuan penting karena dalam kondisi tertentu, pertumbuhan sel epitel yang tidak normal dapat menyebabkan kanker.
Berdasarkan kedua penelitian di atas, makan pepaya bermanfaat tidak hanya menurunkan frekuensi infeksi HPV, tetapi juga mengurangi risiko HPV yang mengarah pada kondisi lebih serius seperti SIL.
Baca Juga:
Ratusan Warga Aceh Utara Terdampak Banjir Terima Layanan Kesehatan dari FK YARSI
Meskipun mekanisme bagaimana pepaya dapat mengurangi risiko HPV persisten dan SIL, tetapi senyawa beta-cryptoxanthin telah diidentifikasi sebagai agen kemopreventif potensial. [Tio]