Kopeklin.id | Produsen mobil listrik indonesia perlu belajar dari China, ini Alasannya. Logo Classic Red khas yang didesain dengan sentuhan warna merah dan tampilan yang modern dari produsen kendaraan roda empat asal China ini sudah akrab di mata masyarakat Indonesia.
Di pelosok Tanah Air, seperti di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mobil khas Negeri Tirai Bambu ini berseliweran tanpa ‘malu-malu’ lagi.
Baca Juga:
Libur Nataru, PLN UP3 Nias Siapkan SPKLU untuk Layani Pengguna Mobil Listrik
Maklum, satu dekade sebelumnya produk ‘made in China’ selalu dipandang sinis. Apalagi kalau bukan terkait kualitas yang kurang mumpuni.
Ternyata, kritikan kritis terhadap kualitas produk China, termasuk otomotif yang sebelumnya gagal di kendaraan roda dua alias sepeda motor, melecut produsen di sana untuk menghasilkan produk bagus dengan harga terjangkau.
Terkait otomotif, mobil listrik tengah menjadi tren di seluruh dunia dan diprediksi bakal terus meningkat penjualannya.
Baca Juga:
Sambut Nataru, PLN dan Mitra Siapkan 4.514 SPKLU di 2.862 Titik serta 69.000 Personel di 3.392 Posko Nasional, ALPERKLINAS: Mobil Listrik Aman Dibawa Mudik
Sejumlah negara mulai mengadopsi electric vehicle (EV) dan beralih dari mobil internal combustion engine (ICE).
Kendati demikian, peralihan dari kendaraan ICE ke EV tidak semudah membalikkan tangan. Ada sejumlah strategi yang harus disiapkan agar perpindahan sukses berjalan.
Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC) Toto Nugroho mengatakan, Indonesia mungkin perlu mencontoh China dan juga Eropa yang memiliki strategi berbeda dalam memperluas pasar mobil listrik.