Gejala ini paling tepat untuk membedakan antara pilek dan flu.
Influenza dapat terjadi kapan saja sepanjang tahun. Tetapi sebagian besar kasus mengikuti pola musiman yang relatif dapat diprediksi.
Baca Juga:
Hadir di Indonesia, BrainEye Bakal Jadi Solusi Kesehatan Otak Berbasis Teknologi AI
Tanda-tanda pertama aktivitas influenza, biasanya dimulai sekitar bulan Oktober. Pada bulan ini, suhu udara sedang dingin.
Dalam sepanjang tahun, wabah flu dapat bertahan hingga bulan Mei. Merebaknya terjadi mulai Desember, Januari, memuncak di Februari dan Maret.
Untuk negara tropis seperti di Indonesia, puncak wabah flu terjadi pada bulan-bulan lembap musim hujan.
Baca Juga:
Berikut 6 Tips Cara Mudah Mengatasi Bibir Kering dan Pecah-pecah
Beberapa teori mengungkapkan, mulai dari flu yang memengaruhi perilaku virus, seberapa baik kekebalan mengatasi infeksi, berapa banyak waktu di tempat ramai, hingga sedikitnya terpapar sinar matahari saling berkaitan.
Ketika virus pilek dan flu biasa mencoba masuk ke tubuh melalui hidung. Sistem pertahanan tubuh yang canggih mengatasinya lewat mengeluarkan lendir.
Dengan lendir, virus terperangkap. Belum lagi asam lambung yang bekerja menetralkan mikroba. Namun, udara dingin memperlambat kerja lendir sehingga virus dengan mudahnya menembus mekanisme pertahanan.