Kopeklin.WahanaNews.co | Stres bisa membuat Anda merasa lelah, baik secara fisik dan mental.
Kadang, stres juga dikaitkan dengan kecemasan, kegelisahan, dan kekhawatiran.
Baca Juga:
Hampir 10 Persen Anak Alami Indikasi Gangguan Jiwa, Menkes Soroti Dampak Kecanduan Digital
Pada akhirnya, semua gejalanya berhubungan dengan insomnia atau sulit mendapatkan tidur nyenyak pada malam hari.
Tetapi, gejala stres ternyata bisa sebaliknya. Anda mungkin hanya ingin tiduran atau rebahan tanpa melakukan pekerjaan apapun.
Bahkan, stres juga bisa membuat seseorang mengantuk terus atau tidur hingga lebih dari 9 jam. Dilansir PsychCentral, Rabu, 31 Agustus, ketika stres seseorang mengalami mode fight, flight, atau freeze.
Baca Juga:
Bukan Kutukan, Tapi Beginilah 7 Pola Psikologis Anak Tanpa Figur Ayah Saat Dewasa
Saat menghadapi ancaman, seperti hampir kecelakaan, pertengkaran, atau hal yang tak terduga lainnya, saraf simpatik akan bekerja.
Tubuh akan memproduksi banyak hormon kortisol atau dikenal dengan hormon stres. Neurotransmiter ini mengelola energi untuk dapat melarikan diri, melawan, atau rebahan.
Nah, ketika saraf simpatik mengambil alih, terjadi peningkatan denyut jantung, dada nyeri, pernapasan pendek, mulut kering, otot tegang, pusing, dan energi penuh. Bahkan ada juga yang sampai mengalami masalah pencernaan ketika stres.