Studi tersebut menunjukkan bahwa desahan memiliki fungsi penting dalam melindungi paru-paru.
Jika orang hanya bernapas dengan volume paru-paru yang sama sepanjang waktu, maka alveoli atau kantung udara kecil di paru-paru akan mengempis.
Baca Juga:
Belasan Nakes Pilih Tetap Bekerja Meski Tanpa Digaji Usai Dipecat Bupati Taput, Ini Alasannya
Ini akan membuat paru-paru kaku dan menghambat pertukaran oksigen dan karbon dioksida.
Oleh karena itu, menghirup dalam-dalam sering kali membuat alveoli mengembang penuh.
Sehingga membuat paru-paru fleksibel kembali dan memulihkan pertukaran gas.
Baca Juga:
Hadir di Indonesia, BrainEye Bakal Jadi Solusi Kesehatan Otak Berbasis Teknologi AI
Efek dari ‘pengaturan ulang’ ini, mengatur pernapasan dan membuat kita tetap sehat, tulis Vlemincxis. Selain itu juga bermanfaat langsung pada keadaan emosi.
Gambarannya, saat kita stres, ketegangan otot secara bertahap meningkat dan pernapasan kita menjadi tidak tertur. Perubahan-perubahan ini dapat dilawn dengan menghela napas.
Manfaatnya dapat meregangkan otot-otot pernapasan, mengurangi ketegangan otot dalam tubuh, mengurangi ketidakteraturan pernapasan, dan mengembalikan kadar oksigen serta karbon dioksida ketika terlalu rendah atau tinggi.