“Kami juga bentuk entitas baru Renewable Energy dan juga Geothermal dan ini adalah sebagai komitmen PLN dalam akselerasi transisi energi menuju energi bersih,” kata Darmawan
Lebih lanjut dia menjelaskan, berkaitan dengan pengelolaan energi primer, perusahaan juga melakukan konsolidasi dengan membentuk Subholding PLN Energi Primer Indonesia.
Baca Juga:
KAI Layani 11,8 juta Pelanggan Selama Masa Angkutan Lebaran 2025
Adapun pengadaan batu bara yang sebelumnya terbesar di lima titik akan diefisienkan di satu titik agar efisien.
“Kami juga bangun core kompetensi baru yaitu energi berbasis biomassa sebagai komitmen kami pada akselerasi untuk menuju transisi masa depan. Dengan struktur baru maka pengelolaan dan pengadaan energi primer jadi andal dan mampu bangun value creation yang besar,” jelasnya
Kemudian yang keempat yakni PLN akan membangun lini bisnis baru di luar kelistrikan atau Beyond kWh yang akan konsolidasikan di dalam subholding yakni PLN ICON Plus.
Baca Juga:
PELNI Catat Jumlah Penumpang Mudik Lebaran 2025 Melebihi Tahun Sebelumnya
Adapun aset-aset kelistrikan yang tadinya digunakan hanya untuk layanan kelistrikan, akan dikembangkan untuk layanan beyond Kwh.
“Ada layanan internet, ada PLN marketPlace, ada EV Charging, baterai swap, sistem Charge-in, rooftop, ListriQu, dll. Super App kami New PLN Mobile, menjadi ujung tombaknya,” ujarnya
Sedangkan PLN sebagai Holding akan lebih fokus pada hal yang lebih strategis. Misalnya seperti pengelolaan dan pengembangan portofolio bisnis. Lini bisnis transmisi, distribusi, dan pemasaran listrik untuk peningkatan dan perluasan layanan pelanggan.